Sekilas Tentang Kerajaan Tabukan



Gambar 01 Peerintahan Kerajaan Tabukan

Jauh sebelum Indonesia merdeka, sudah banyak berdiri kerajaan –kerajaan besar maupun kecil di Indonesia. Dari yang tertua hingga yang masih eksis hingga kini seperti kerajaan Yogyakarta dan Surakarta. Masih ingat akan kerajaan pertama di Indonesia? yaitu kerajaan Kutai yang letaknya di pulau Kalimantan. Ada pula dua kerajaan besar yang sangat berpengaruh pada masanya yaitu Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Majapahit yang bahkan daerah jajahannya mencakup hingga ke Malaysia, Thailand dan Kamboja.

Selain kerajaan besar tadi, ada pula kerajaan kecil yang bearada di Indonesia. Salah satunya yang bertempat di kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Sebuah pulau yang letaknya sangat strategis, karena berada di antara dua Negara. Yaitu di utara pulau Sulawesi, Indonesia dan di selatan pulau Mindanao, Filipina.
Kerajaan di Pulau Sangihe pundibagi menjadi beberapa kerajaan kecil. Salah satu dari kerajaan kecil tadi adalah Kerajaan Tabukan. Letaknya di sebalah timur pulau Sangihe. kerjaaan ini dahulu disebut sebagai Kerajaan Rimpulaeng yang berarti perkumpulan emas.

Disebut demikian karena banyak dari anak raja atau para bangsawan yang keluar dari kerajaan Tabukan menjadi seorang raja atau permaisuri (Boki) di kerajaan lain di Pulau Sangihe. Oh iya, Kerajaan Tabukan ini merupakan kerajaan terbesar di Pulau Sangihe dan cakupan wilayahnya cukup luas,hampir seperdua dari total keseluruhan pulau.
Pada abad ke-15, seorang hulubalang (pemimpin) yang gagah perkasa dan berani di kerajaan Tabukan bernama “Makaampo”. Beliau amat sakti dan memiliki beberapa ilmu ghaib. Makaampo ini merupakan anak dari Takoeliwoetang yang berasal dari Kampung Salurang dan Ibunya bernama Naboisan. Ada sebuah nyanyian lama yang berbunyi : “NABOEISAN  NENENTUNG ARENG KARARATU” yang berarti keturunan Naboisan akan menjadi raja yang berada di kepulauan Sangihe.

Makaampo memiliki dua orang istri bernama Timbangsehiwu dan Sompesehiwu, yang merupakan anak dari Mamatanusa. Keturunan Makaampo dari Timbangsehiwu menjadi raja di kerajaan Tabukan dan keturunan dari Somposehiwu menjadi Bangsawan Sahabe dan menjadi Jogugu di kerajaan itu.
Makaampo digantikan anaknya menjadi Raja yang kedua Tabukan bernama Pahawoeteng. Hama kemudian menjadi raja ketiga menggantikan raja Pahawoeteng. Selanjutnya, Oeda menggantikan raja Hama dan menjadi raja keempat. Setelah itu, Mehengkelangi atau Matheus Franciscos Maampo menjadi raja yang kelima. Beliau meninggal dunia pada tahun 1718.

Takhta kerajaan kemudian digantikan oleh adiknya Marcus Jacobus Dalero yang sekaligus menjadi Raja yang keenam dalam kerajaan Tabukan. Tahun 1722, beliau wafat dan singgasana kerajaan Tabukan digantikan oleh anaknya Mehengkelangi yang bernama Karoela atau Philip Makaampo sekaligus menjadi Raja ketujuh dari kerajaan Tabukan. Beliau dilantik menjadi raja pada tahun pada 10 pebruari 1724.

Dikarenakan raja Karoela tidak mempunyai turunan dari boki, maka Raja kedelapan diisi oleh SANI, Cucu dari Raja Dalero. Maka salah satu anaknya dari Karoela adalah SARAPIL dengan Istri Bernama SOEWANENG Putri kerajaan Tagulandang anak dari raja MANIHISE.




Gambar 01 Negeri Tabukan lama kedudukan raja-raja
sebelum pindah ke Enemawira  tahun 1892




Putra Mahkota kerajaan Tabukan bernama Taroemensa. Anak dari raja Sani yang telah Meninggal Dunia. Maka otomatis kerajaan Tabukan tidak mempunyai keturunan untuk dilantik menjadi raja. Oleh sebab itu, diambilah anak dari PAPAHANGSOLELOENG yang berasal dari Tahuna untuk dijadikan Raja kesembilan di kerajaan Tabukan. Beliau bernama PAHAWOATENG PAPARANG yang merupakan cucu dari TAKAOELIMANG saudara Kandung dari Raja OEDA I.

PAHAWOATENG PAPARANG diganti Oleh WILLEM PAPARANG atau OEDA II menjadi Raja yang kesepuluh, raja WILLEM PAPARANG digantikan anaknya BEBESANG PAPARANG menjadi Raja yang kesebelas di kerajaan Tabukan, setelah itu untuk Raja yang keduabelas yaitu anaknya Raja Bebesang Paparang yaitu KOMOEKOE atau DAVID HENDRIK PAPARANG, pada tahun 1851 sampai dengan 1880






Gambar 02 Istana Raja Sarapil berkedudukan di Enemawira



Setelah tahun itu maka kerajaan Tabukan dikepalai oleh PRESIDENT PENGGANTI RAJA  yang memerintah kerajaan Tabukan selang 18 tahun yaitu

1880 AHOGO PAPARANG                                                  
1881 ISRAEL KAKOMBA                                                                
1882 MANOSSOH                                                                             
1883 LAIHAD                                                                                      
1883 JANIS                                                                                         
1883-1885 DULAGE KANSIL                                                                    
1885-1892 SIRI DAREA                                                                               

1892-1898 DAVID JONATAHN PAPUKULE SARAPIL     

     


Gambar 04 Raja Keduabelas Kerajaan Tabukan David Jonathan Papukule Sarapil





Gambar 04 Raja David Jonathan Papukule Sarapil
bersama Permaisuri (Boky)Rachel Auria Tontong








Gambar 05 Raja Ketigabelas kerajaan Tabukan  Wileem Alexander Kahendake Sarapil Bersama Permaisuri (Boky) Adolfina Mawira Kansil

Anak ke dua dari Raja Dulage Kansil Kerajaan Siau


Pada tahun 1886, kerajaan TABUKAN  dipersatukan dengan kerajaan SAHABE, dan president pengganti raja CORNELIS SIRI DAREA mendapatkan sebuah bintang perak dengan jasanya membebaskan budak-budak., sejak tahun 1892 yang mengepalai kerajaan  Tabukan adalah PRESIDENT PENGGANTI RAJA DAVID  JONATHAN PAPUKULE SARAPIL sehingga tahun 1897, pada tahun 1898 PRESIDENT PENGGANTI RAJA DAVID JONATHAN PAPUKULE SARAPIL diangkat menjadi Raja yang ketigabelas oleh GOVERNEMENT, adalah keturunan dari raja KAROELA ATAU FILIP MAKAAMPO dan pada tahun 1922 turunlah dari takhta kerajaan digantikan oleh anaknya bernama WILEEM ALEXANDER KAHENDAKE SARAPIL yang menjadi Raja yang keempat belas dan menjadi kepala Daerah pertama di kabupaten Kepulauan Sangihe. Pada saman pemerintahan Raja Sarapil maka ibu kota kerjaan berada di ENEMAWIRA yang duluhnya bertempat di TABUKAN LAMA…



Catatan…
Untuk nama raja saya hanya memiliki data raja sampai yang keempatbelas, sekiranaya ada yang bisa memberikan info dan mempunyai data tertulis untuk raja yang selanjutnya kami mohon untuk bisa dibagikan .. makasih

DAFTAR PUSTAKA

USSU LODEWICK “ Hikayat Ringkas Tentang Kerajaan Tabukan”  1927 dalam buku       

 album kerajaan Tabukan











Komentar